Keluarga Muslim Al-Jihaad adalah majelis ilmu, dzikir, dan sholawat yang berdiri di kampung Pijenan Wijirejo Pandak Bantul. Majelis ini memiliki kegiatan diantaranya:
Minggu, 23 November 2014
Kamis, 21 Agustus 2014
Tasawuf Ilmu Teknologi Al-Qur’an
Tasawuf
merupakan ilmu halus yang sangat tinggi dan tidak bisa dengan mudah
dipelajari. Tasawuf bukan ilmu hapalan yang dipelajari dengan otak akan
tetapi merupakan ilmu praktek dan merupakan teknologi Al-Qur’an yang
Maha Dahsyat. Hasil pengamalan tasawuf akan melahirkan manusia-manusia
berkualitas tinggi, tidak pernah lepas sedetikpun hubungan dengan Allah
sebagai sumber kebaikan. Salah satu tujuan Allah mengutus para nabi
adalah untuk memperbaiki akhlak manusia. Para nabi bukan sekedar menyampaikan firman Allah, akan tetapi juga berfungsi sebagai pembawa
wasilah (wasilah carrier) sebagai media penyambung antara manusia dengan
Tuhan. Nabi adalah teknolog Al Qur’an yang mengerti bagaimana
menyalurkan power maha dahsyat menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat
untuk manusia. Kemampuan nabi Musa membelah laut, kehebatan Nabi Isa
menghidupkan orang mati dan menyembuhkan segala jenis penyakit dan
kehebatan Nabi Muhammad SAW membelah bulan bukan terjadi dengan serta
merta. Mereka diajarkan oleh Allah teknologi Maha Dahsyat, teknologi
metafisika dan siapapun menggunakan teknologi yang sama maka hasilnya
pasti akan sama.
Tasawuf : Jalan Menuju Tuhan
“Jika ia mencintai batu maka ia
adalah batu. jika ia mencintai manusia maka ia adalah manusia. Jika ia
mencintai Tuhan, maka aku tidak bisa menjawab. Aku khawatir jika aku
menjawabnya kalian akan melempariku dengan batu“. Demikian gambaran
bagaimana rahasia dan tingginya ajaran tasawuf hingga tidak jalan lain
bagi penganut tasawuf jika membuka ajaran tersebut di muka publik
kecuali dimusuhi dengan umat yang tidak mengetahui dan mengenal tasawuf.
Sebenarnya kemunculan tasawuf sejalan dengan tabligh Nabi Muhammad
saw kepada manusia di Arab. Namun ajaran tasawuf ini diajarkan Nabi
Muhammad khusus kepada beberapa sahabatnya yang memiliki tingkat
spiritual yang lebih tinggi dibandingkan dengan sahabat lainnya, seperti
Ali kwh, dan sebagainya. Tidak semua sahabat beliau yang diajarkan
tentang ajaran tasawuf ini, mengapa? jawabnya adalah bukankah nabi Musa
as sebagai simbol eksoteris tidak dapat mengikuti “alur pikir” Khidr,
simbol pembawa pesan esoteris. Demikian juga dengan para sahabat nabi,
tidak semua dapat menjangkau ketinggian ajaran ini. Mungkin ini adalah
salah satu alasan mengapa ajaran tasawuf belum banyak diketahui saat
itu.
Ada beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa tradisi tasawuf ini sudah ada sejak Nabi saw hidup, misalnya:
Ada beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa tradisi tasawuf ini sudah ada sejak Nabi saw hidup, misalnya:
- Nabi Muhammad: Aku adalah orang ‘Arab dengan tanpa huruf ‘ayn (rab), dan Ahmad dengan tanpa huruf mim (ahad). Barang siapa yang yang telah melihatku, maka ia telah melihat Haqq.
- Dalam suatu riwayat dikisahkan suatu ketika Aisyah memasuki kamarnya. Nabi yang waktu itu di dalam, bertanya: “Siapa kau?”. “Putri Abu Bakar”, jawabnya. “Siapa Abu Bakar?” tanya beliau. Saat itu barulah Aisyah menyadari bahwa Nabi sedang dalam keadaan yang berbeda.
- Nabi Muhammad: Seandainya Abu Dzar mengetahui apa yang tersembunyi di hati Salman, maka dia pasti bakal membunuhnya.
Senin, 04 Agustus 2014
Apa itu Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat?
Secara singkat, Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat adalah sebagai berikut:
- Syariat (Islam) adalah hukum dan aturan (Islam) yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat (Islam) juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat (Islam) merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.
- Tarekat berasal dari kata ‘thariqah’ yang artinya ‘jalan’. Jalan yang dimaksud di sini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diredhoi Allah s.w.t. Secara praktisnya tarekat adalah kumpulan amalan-amalan lahir dan batin yang bertujuan untuk membawa seseorang untuk menjadi orang bertaqwa.Ada 2 macam tarekat yaitu tarekat wajib dan tarekat sunat.
Langganan:
Postingan (Atom)


