Kamis, 20 Desember 2012

Wali 9: Sunan Ampel

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Sunan Ampel merupakan salah seorang anggota Wali Sanga yang sangat besar jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. Sunan Ampel adalah bapak para wali. Dari tangannya lahir para pendakwah Islam kelas satu di bumi tanah jawa. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewalian nya, dan nama Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya, sebuah tempat dekat Surabaya1.
Beliau dilahirkan tahun 1401 Masehi di Champa. Para ahli kesulitan untuk menentukan Champa di sini, sebab belum ada pernyataan tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. Saifuddin Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa dalam bahasa Aceh, oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan Aceh. Hamka (1981) berpendapat sama, kalau benar bahwa Champa itu bukan yang di Annam Indo Cina, sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie, tetapi di Aceh.

Kata Mutiara Hari Ini: Kamis, 20 Desember 2012

Rabu, 19 Desember 2012

Mengapa Allah Menghilangkan Lidah Ikan?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sejahat-jahat manusia pada Hari Kiamat nanti ialah orang yang bermuka dua. Barangsiapa bermuka dua di dunia maka di hari kiamat kelak akan mempunyai dua lidah dari lidah api neraka jahanam.”

Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lagi : ”Tidak masuk surga orang yang suka membesar-besarkan cerita.” Apabila ditanya apa hikmahnya, Baginda Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: ”Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta'ala telah menciptakan semua makhluk itu mempunyai lidah, sama ada yang boleh berkata-kata ataupun tidak boleh berkata-kata.”

Tradisi Mengembara

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Hal yang menarik untuk kita renungkan adalah mengapa Nabi dan Rasul terakhir bagi umat manusia diutus oleh Allah dari kalangan suku Quraisy di Semenanjung Arabia? Ada apa dengan suku Quraisy?

Jawaban atas pertanyaan ini diberikan oleh Allah sendiri dalam Alquran Surat Quraisy ayat pertama dan kedua yang berbunyi, "Karena tradisi suku Quraisy. Tradisi mereka mengembara di musim dingin dan di musim panas."