"Kang, Apa Sampeyan sudah dengar cerita orang Madura jual Jangkrik?" tanya D. Zawawi Imron pada saya.
"Penjual Jangkrik ada di mana-mana, bukan monopoli orang Madura, Kiai?" jawab saya.
"Lho, ini istimewa, Kang. Karena yang dijual Jangkrik ABRI," tukas Zawawi.
"Bagaimana ceritanya?" saya penasara.
"Jangkrik-jangkrik.. Jangkrik ABRI menangan, Jangkrik ABRI menangan," cerita Zawawi dengan logat Madura yang kental.
"Penjual Jangkrik ada di mana-mana, bukan monopoli orang Madura, Kiai?" jawab saya.
"Lho, ini istimewa, Kang. Karena yang dijual Jangkrik ABRI," tukas Zawawi.
"Bagaimana ceritanya?" saya penasara.
"Jangkrik-jangkrik.. Jangkrik ABRI menangan, Jangkrik ABRI menangan," cerita Zawawi dengan logat Madura yang kental.